Kejujuran yang semakin memudar

JUJUR adalah sebuah kata yang indah didengar, tetapi tidak seindah mengaplikasikan dalam keseharian. Tidak pula berlebihan, bila ada yang mengatakan “jujur” semakin langka dan terkubur, bahkan tidak lagi menarik bagi kebanyakan orang. Semua orang paham akan maknanya, tetapi begitu mudah mengabaikannya. Yang lebih berbahaya lagi adalah ada orang yang ingin dan selalu bersikap jujur, tapi mereka belum sepenuhnya tahu apa saja sikap yang termasuk kategori jujur.

Jujur merupakan suatu sikap yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang. Kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain saat kita selalu menjunjung kejujuran. Orang yang tak bisa bersikap jujur selain dilarang oleh agama juga akan mudah dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya.

Apapun keadaaanya, jangan pernah sekali-kali berlaku tidak jujur termasuk berbohong. Berusahalah untuk selalu berkata sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Mulai sekarang, bagi Anda yang terkadang masih susah untuk selalu bertindak jujur, marilah kita tumbuhkan sikap untuk selalu jujur atau menanamkan kejujuran di jiwa melalui beberapa kata bijak tentang kejujuran di bawah ini. Ternyata banyak manfaat yang akan kita dapatkan apabila mampu menanamkan kejujuran dalam setiap tindakan kita sepanjang masa.

Jujur tidaklah dimulai dari “warung kopi”, sebagaimana asumsi sementara orang, jujur sebuah nilai abstrak, sumbernya hati, bukan pada omongannya. Jadi “jujur” sebuah nilai kesadaran “imani”, dimulai dari suara hati, bukan di warung munculnya kejujuran. Kualitas imanlah yang dapat mengantarkan seseorang menjadi jujur. Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang.

Salah satu contoh kesederhanaan ialah kejujuran. Lalu, kesederhanaan ialah bentuk kekayaan terbesar yang dimiliki oleh seseorang. Jika kamu memiliki sifat kejujuran dan bersikap sederhana, maka hidupmu akan damai dan tenang.

Bersikap jujur dalam setiap kesempatan adalah sebuah keharusan. Tanpanya kehidupan yang bahagia, aman dan tentram tidak akan pernah bisa terwujud. Sayangnya, ada banyak orang justru tidak mampu menerapkannya dan menjadikan kejujuran sebagai selogan semata. Berikut manfaatnya :

1. Kejujuran mendatangkan kebahagiaan.

2. Kejujuran mendatangkan simpati.

3. Kejujuran mendatangkan ketenangan

4. Kejujuran mendatangkan pahala

5. Kejujuran mendatangkan rasa percaya diri.

6. Kejujuran mendatangkan kedamaian.

Iklan
By ardhioo7mathematic

AYO GEMAR MENULIS

Bagi sebagian orang, menulis merupakan hal yang tidak mudah. Menulis sebenarnya tidak memerlukan keahlian khusus  untuk memahaminya. semenjak kecil kita sudah  dikenalkan bagaimana menulis.

Berikut ini cerita penulis yang sukses yang tidak menyerah dengan keadaan :

Kisah Agoeng Widyatmoko (36). Seorang Lelaki kelahiran Yogyakarta ini memilih jalan berbeda untuk menjadi pengusaha, setelah perusahaan media tempatnya bekerja tutup pada 2005. Ia Kena PHK setelah Perusahaan tempat ia bekerja kolaps.

Lalu Apa yang akan dilakukan orang jika terkena PHK? Kebanyakan pasti akan segera mencari pekerjaan lagi. Tapi tidak demikian dengan Agoeng Widyatmoko. Baca lebih lanjut

By ardhioo7mathematic

MATEMATIKA & CARA CEPAT !!!

Kalau membicarakan masalah Matematika, tentunya tidak akan pernah lepas dari hitung menghitung. Karena pudarnya budaya belajar yang seharusnya dilakukan oleh seorang Pelajar, banyak pelajar yang mengalami kesulitan dalam pelajaran Matematika. Mereka cenderung lebih meluangkan waktunya hanya untuk nonton TV dan HP. Meskipun belum ada yang pernah melaukan survei tentang Perbandingan waktu belajar dan waktu nonton TV atau Pegang HP ( SMS, Telp atau sekedar up date status ), menurut pengakuan beberapa pelajar : ” mereka dah bosan belajar dan bahkan yang paling parah mereka tidak belajar sama sekali kalau sudah dirumah.

Akibat dari perilaku pelajar tersebut, kecenderungan mereka mengerjakan Tugas atau PR saat sudah di sekolah atau pada waktu mendekati pelajaran yang ada Tugas atau PR. Tentunya hal tersebut mengganggu pelajaran yang lain.

By ardhioo7mathematic

Budaya Belajar yang mulai Pudar ?

Guru merupakan elemen penting dalam keberhasilan pencapaian tujuan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.  Pada saat sekarang ini faktor guru masih dominan menjadi penentu keberhasilan KBM. Dengan adanya pelaksanaan KTSP sebenarnya beban guru dalam membelajarkan para siswa lebih ringan, akan tetapi kenyataan yang ada saat ini para siswa sangat tergantung sekali dengan guru.

Tugas Rumah yang seharusnya menjadi cara mengetahui daya serap sisa terhadap materi yang sudah diajarkan tidak efektif karena banyak para siswa yang mengerjakan tugas tersebut sebelum pelajaran dimulai. Keengganan para siswa untuk belajar terutama disebabkan faktor dari siswa itu sendiri.

Ironi memang…. pelajar yang kewajibannya belajar tidak mau melaksanakan kewajibannya tersebut. Para siswa lebih suka bermain atau nonton TV. Setiap kali ditanya ” Waktu belajar sama nonton TV lebih lama Mana? Para Siswa sermpak menjawab ” Nonton TV”. Hal ini seharusnya menjadi pemikiran semua Pemerhati Pendidikan, bagaimana cara membudayakan Belajar dikalangan siswa saat ini

By ardhioo7mathematic